3 Siswa MAN Insan Cendekia ikuti PIRN LIPI

MAN  Insan  Cendekia  Jambi  terpilih  menjadi  peserta  Pekan  Ilmiah  Remaja Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PIRN LIPI) tahun 2019. Kegiatan tahunan yang diadakan  oleh LIPI  bekerjasama dengan pemerintah kabupaten  ini merupakan kegiatan  yang  ke XVIII  yang  dimulai  dari  tanggal  23  Juni  2019    hingga  30  Juni  2019  dan  bekerjasama  dengan Pemerintah  Kabupaten  Banyuwangi.  Kegiatan  PIRN  LIPI  XVIII  ini  merupakan  rangkaian kegiatan yang berisi pelatihan, workshop, pemberian materi dan kegiatan lapangan yang berkaitan dengan penelitian siswa yang terbagi dalam kelompok IPA dan IPS.

Angkat Isu tentang Orang Rimba,raih Medali Perunggu Bidang Karya Tulis

Mereka adalah Muhammad Adib Alfahin dan Nabil Makarim. Dua siswa MAN Insan
Cendekia Jambi yang mendapatkan penghargaan di bidang Social Sciences pada ajang Online
Science Project Competition (OSPC) yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Scientist
Association (IYSA) pada awal Januari lalu. Pada kompetisi ini, Adib dan Nabil (sapaan akrab
mereka –red) mendapatkan medali perunggu atas penelitian mereka mengenai kearifan lokal
Orang Rimba dalam mengelola kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi.
Penelitian ini diawali oleh ketertarikan Adib yang merupakan siswa kelas XI program
Ilmu Sosial (XI IIS 2) yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. “Saya tertarik untuk membahas
Orang Rimba Pak, karena unik dan di tempat asal saya, Wonogiri, tidak ada masyarakat adat
seperti mereka.”, ujarnya. Untuk melakukan penelitian tentang Orang Rimba, ia menggandeng
putra daerah asal Sarolangun, yaitu Nabil Makarim yang merupakan siswa kelas XI Ilmu Sosial
(XI IIS 1). Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan penelitian pada bulan April 2018 dengan
persiapan dari bulan Februari 2018. Agar penelitian ini lebih efektif dan efisien, pihak MAN
Insan Cendekia Jambi menunjuk Chairul Wahyudi, S. Pd sebagai pembimbing dikarenakan yang
bersangkutan pernah menjadi relawan pengajar Suku Anak Dalam Jambi. Serta Maryana, M. Pd
selaku Pembimbing II yang merupakan guru Bahasa Indonesia di MAN Insan Cendekia Jambi.
Penelitian yang dilaksanakan di Kantor KKI – Warsi (Kelompok Konservasi Indonesia –
Warsi) dan di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Jambi ini menghasilkan temuan bahwa
dalam menjaga, melestarikan dan memanfaatkan Hutan TNBD di Sarolangun, Jambi, Orang
Rimba memiliki seperangkat aturan tak tertulis yang disebut dengan Seloko Rimbo. Seloko
Rimbo inilah yang menjadi acuan bagi Orang Rimba dalam menentukan pemanfaatan lahan bagi
mereka. Dalam melaksanakan penelitian yang dilakukan selama lebih dari 3 bulan ini, 7 (tujuh)
hari dipusatkan di Sarolangun dan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi agar peneliti benar-
benar mendapatkan data yang akurat. Selain mendapatkan data penelitian, Adib, Nabil dan guru
pembimbing bisa mengetahui kehidupan Orang Rimba dengan menyelami kehidupan sehari-hari
mereka di TNBD.

Top