SISWA MAN ICJ BORONG PENGHARGAAN PENULISAN JURNAL TERBAIK BALITBANGDA PROVINSI JAMBI

Prestasi kembali diraih oleh siswa/siswi MAN Insan Cendekia Jambi pada gelaran kompetisi Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Jambi. Kompetisi ini dilaksanakan di gedung Balitbangda yang berada di dalam kompleks kantor gubernur Jambi pada 24 September – 26 September 2018. Pada gelaran ini, MAN Insan Cendekia Jambi mengirimkan 3 tim delegasi dan mendapatkan penghargaan berupa Juara 1, 2 dan 3 dalam penulisan jurnal terbaik dan juara harapan I dan juara harapan II pada pelaksanaan presentasi karya tulis.

Tim 1 atas nama Muhammad Adib Alfathin dan Nabil Makarim mengangakat isu kearifan lokal Orang Rimba dalam menjaga hutan menggunakan peraturan tidak tertulis dengan judul “Implikasi Seloko Rimbo sebagai Konvensi Orang Rimba dalam Upaya Pelestarian Hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi”. Karya ini mendapat penghargaan berupa Juara I dalam penulisan jurnal dan Juara Harapan I pada presentasi karya.

Tim II atas nama Rafly Aulya Rizky Nasution dan Muhammad Ainul Falah Aditya Maturidi siswa kelas XII MIA yang mengangkat penelitian jenis Research and Development (R & D) tentang pembuatan rumah apung bagi masyarakat Suku Anak Dalam Jambi dengan judul “Mahaban : Alternatif Rumah Apung untuk Menangani Banjir dan Melangun bagi Bagi Masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Muaro Medak, Kab. Muaro Jambi, Jambi”. Penelitian ini mendapatkan penghargaan Jurnal Terbaik II dan Juara Harapan II pada presentasi karya. Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahwa masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Muaro Medak disarankan untuk dibuatkan rumah apung sesuai dengan topografinya. Penelitian ini  divalidasi oleh Wijanarka, S.T, M.T (Dosen Universitas Palangka Raya) dan Dipl. Ing. Muammar Khamdevi, S.T, IAI (Dosen Universitas Matana, Banten).

Tim III atas nama Nadia Istiqomah dan Hanna Oktasya Ross mengangkat tema Boarding School dengan judul “Implementasi Boarding School Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Hedonis di Kalangan Remaja Kajian QS. Al-Hadid Ayat 20” menghasilkan temuan bahwa sekolah berbasis Boarding School mampu mencegah remaja berperilaku hedonis. Karena temuan ini, mereka mendapatkan penghargaan Jurnal Terbaik III dalam gelaran kompetisi ini.

Atas capaian ini, kepala MAN Insan Cendekia Jambi, Hendrisakti Hokvianus, S. Pd, M. Pd mengatakan bahwa saat ini madrasah memang sudah seharusnya memiliki peneliti muda yang mumpuni dibidangnya masing-masing. “Atas capaian ini tentu saja kami selaku Kepala Madrasah senang dan bangga. Saat ini sudah seharusnya madrasah memiliki peneliti muda yang mumpuni dan bidang research akan selalu kami dukung”, pungkasnya.

Pembimbing Kegiatan, Chairul Wahyudi, S. Pd menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari dukungan seluruh civitas akademik MAN Insan Cendekia Jambi. Kedepannya pembinaan mengenai bidang penelitian akan terus dikembangkan melalui organisasi penelitian. “Untuk kedepannya, pengelolaan bidang penelitian akan diserahkan kepada organisasi penelitian dengan nama Student Research center (STUREC) MAN ICJ, guna hasil yang lebih maksimal lagi” ujarnya. Hal ini juga disampaikan oleh Maryana, M. Pd selaku pembina kegiatan juga mengharapkan ada komunitas Karya Ilmiah remaja agar pembinaan lebih optimal kedepannya.(cw/kfh)

Siswa MAN Insan Cendekia Jambi Lawatan sejarah Ke Museum Siginjei Jambi

Siswa MAN Insan Cendekia Jambi dari kelas X kelompok Ilmu-Ilmu Sosial melaksakanakan kegiatan lawatan sejarah ke Museum Siginjei Jambi dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman materi di dalam kelas tentang penelitian dalam sejarah. Sabtu, 13 Oktober 2018

Kegiatan ini mengusung tema “Menginterpretasi Sumber Sejarah yang berada di Museum Signjei dan Musuem Perjuangan Rakyat Jambi” ini dilaksanakan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang. Kegiatan yang dilepas secara resmi oleh Wakil Kepala MAN Insan Cendekia Jambi bidang kurikulum, Sultanuddin, M. Pd  dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan ini sangat positif agar siswa-siswi semua melihat secara langsung objek yang ada di Jambi”. Hal ini senada dengan tujuan kegiatan lawatan yang disampaikan oleh pembina kegiatan, Chairul Wahyudi, S. Pd, “Kegiatan ini bertujuan memberikan siswa pengalaman secara kongkret tentang objek sejarah yang ada di Jambi”, tuturnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian doorprize dari pihak museum Perjuangan Rakyat Jambi kepada siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi yang dapat menjawab dengan benar pertanyaan dari pihak museum.  Salah satu peserta kegiatan, M. Rizki Mahardika mengatakan kegiatan ini sangat menyenangkan dan sebagai waktu refreshing bagi mereka, “Alhamdulillah senang Pak, kegiatannya seru karena dilapangan dan dapat melihat benda-benda sejarah di museum. Sebagai ajang refreshing juga sih, Pak”.

Kedepannya, diharapkan kegiatan seperti ini terus dilakukan guna memberikan pengalaman nyata kepada siswa berkaitan dengan materi sejarah yang bersifat abstrak. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan peserta didik di MAN Insan cendekia Jambi, khususnya pada bidang penelitian dan kesejarahan.(kfh/Cw)

Emas KSM Bengkulu dibawa KE MAN IC Jambi

Prestasi membanggakan ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Jambi pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional yang diselenggarakan di Bengkulu pada tanggal 2- 29 September 2018.

 

Dalam kesempatan ini MAN Insan Cendekia Jambi mengutus 5 peserta KSM, Alhamdulillah 3 dari 5 peserta yang di utus memberikan  1 Emas 1 Perak dan 1 perunggu,  ada cabang yang belum berhasil memproleh mendali.

 

Mendali Emas diraih MIFTAHUL KHAIR bidang Ekonomi, Perak di raih RAIHAN MUFADHAL bidang MTK, sedangkan mendali perunggu dirah AURICK PUTRA MUNGGARAN JATNIKA bidang Fisika.

Kepala MAN Insan Cendekia Jambi Hendrisakti Hoktovianus,S.Pd.M.Pd mengaku senang dan bangga atas prestasi dan capaian yang di raih putra –putri Madrasah Aliayah Negeri (MAN) Insan Cendekia Jambi ini. Semua ini tidak lepas dari kerja keras  dan jerih payah Guru dan Siswa serta dukungan dan Doa yang diberikan kepada peserta KSM. “ Alhamdulillah MAN Insan Cendekia Jambi membawa pulang 3 mendali dalam KSM di Bengkulu”.

 

Bukan itu saja MAN Insan Cendekia Jambi mendapat peringkat 2 ( Kedua ) Se IC, dan peringkat 3 ( Tiga ) jajaran Kemenag.

 

capaian ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite MAN Insan Cendekia Jambi yng ikut mensukseskan dalam Program  pembinaan latihan siswa, serta dukungan dari Kabid Pendidikan madrasah serta pihak-pihak terkait didalamnya. (Kfh)

Meraih Juara Ajang Jambi Syariah EXPO 2018

JAMBI SYARIAH EXPO (JSE) 2018 Even JSE tahun ini terselenggara berkat kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi dan didukung oleh ASBISINDO Jambi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai institusi yang memiliki kewenangan penentuan produk halal pelaku usaha. Serta dukungan perbankan syariah yang ada di Jambi.

Bambang Ardiyanto, M.Pd.E Selaku Guru Pembimbing turut serta mengikuti mendampingi siswa dalam ajang JAMBI SYARIAH EXPO. “Terimakasih atas penyelengaraan kegiatan yang telah di lakukan OJK dan Bank Indonesia wilayah Jambi, Alhamdulillah MAN Insan Cendekia dapat mengikuti perlombaan dengan baik walau belum menjadi juara umum MAN Insan Cendekia Jambi mendapat Juara II dan Juara III,”

MAN Insan Cendekia Jambi terima kunjungan dari Direktur Pendidikan Islam Kemenag R.I.

Merasa terhormat dan bangga keluarga besar MAN Insan Cendekia Jambi mendapat kunjungan Direktur Pendidikan Islam Kemenag R.I. Prof. Dr.Phil., Kamaruddin Amin, MA disela kehadiran beliau di kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam rangka acara Wisuda.

Dalam kesempatan itu direktur Pendidikan Islam  memberi arahan kepada Guru dan Karyawan MAN IC Jambi, dalam arahannya beliau mengajak untuk Meningkatkan etos kerja, integritas, kreatifitas dan profesionalitas untuk memajukan Madrasah, beliau juga membuka dialog bersama guru tentang strategi publikasi madrasah melalui berbagai kegiatan berskala nasional serta memamfaatkan semaksimal mungkin segala jenis Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bidik Misi, beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa ekonomi terbatas.

Beliau juga menyarankan agar sarana dan prasarana seperti ruang kelas, asrama dan lainnya agar ditingkatkan kualitas penggunaannya. Peningkatan kualifikasi pendidikan guru/dosen, sertifikasi guru/dosen, tunjangan guru/dosen, pengembangan madrasah unggulan, penerapan kurikulum RA/Madrasah MAN IC Jambi harus lebih baik lagi.

Matsama dan Uzlah, sebuah momentum “hijrah” bagi siswa

14 Juli 2018 seluruh siswa/I baru maupun yang lama sudah mulai kembali ke asrama. Terkhusus bagi siswa/I baru, tanggal tersebut menandakan dimulainya Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) dan Masa “Pengasingan” (Uzlah) selama 40 hari.
Matsama dan Uzlah merupakan tradisi yang sudah berlaku sejak berdirinya MAN Insan Cendekia Jambi. Matsama dan Uzlah bertujuan untuk mengubah prilaku siswa dari kebiasaan-kebiasaan “rumahan” menuju kepada kebiasaan-kebiasaan “nyantri” yang serba mandiri serta membentuk prilaku belajar siswa.
Pada masa pengasingan (Uzlah) selama 40 hari, siswa tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan kedua orangtua serta sanak keluarga, hal ini diharapkan agar siswa tersebut bermuhasabah (instropeksi) serta menumpuk rasa kerinduan dan kasih sayang yang mendalam kepada kedua orang tua yang secara emosional akan “tumpah” pada saat berakhirnya masa uzlah dengan prosesi membasuh kaki kedua orang tuanya.
Demi suksesnya program Matsama dan Uzlah ini, tentunya tidak terlepas dari pengertian dan kerjasama antar Madrasah dan orangtua siswa. Semoga program semacam ini menjadi alternative untuk membentuk karakter siswa MAN Insan Cendekia menuju kemandirian.

عالمية الإسلام والعولمة

عالمية الإسلام والعولمة

الشيخ \محمود عبد العزيز السيد عدس

الحمد لله العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين وبعد

الإسلامُ في دَعْوَتِه العالمية للبشريَّة جمعاء يسعى إلى الأخْذِ والعَطَاء، وإقامة الحِوَار مع الغَيْر؛ لإرْسَاء قانون الله – تعالى – في الأرْض، وتخليص البَشَريَّة مِن براثِن الوثنيَّة والعُبُوديَّة لِغَيْرِ الله – تعالى – دون إلغاءٍ للهُويَّة الثقافيَّة للغير أو إقصائها، أو تجاوز خصوصيَّاتها التي تَلْتَصِق بِبَشرة كل أمة من الأمم.

قال – تعالى – في كتابه العزيز: ﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ﴾ [الحجرات: 13].

﴿ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ﴾

[سورة ص الآية : 87]

﴿ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ ﴾

[ سورة الأنبياء الآية : 17]

﴿ إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ ﴾

[سورة آل عمران : الآية 96]

﴿ وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ﴾

[سورة يوسف الآية : 14]

﴿ تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا ﴾

[ سورة الفرقان الآية : 1 ]

{ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا}

[سورة سبأ الآية: 28]

قال المغيرة بن شعبة لرستم قائد جيش الفرس في القادسية، وهو يسأله قبل المعركة: ما الذي جاء بكم ؟ فيجيبه: إنّ الله ابتعثنا لنخرج من شاء من عبادة العباد إلى عبادة الله وحده، ومن ضيق الدنيا إلى سعتها، ومن جور الأديان إلى عدل الإسلام.

أمَّا العولمة الجديدة، فتسعى جاهِدةً إلى توظيف الخَلَل المقيم في البِنَى المعرفيَّة والمعلوماتيَّة على الصَّعيد الكوني؛ لِتُمَارِسَ أبشعَ أنواع التَّمْييع لِحُدُودِ جُغرافيَّة الثقافة الوطنية والعقدية.

التَّصَدِّي لطوفان العولَمة:

لكي نتأهب لِصَدِّ تيارات العولَمة الوَافِدَة والوقوف بِوَجْه طُوفانها الثقافي، ينبغي أن نبدأَ بِمُعالَجة نقديَّة لمنظومتنا الفكرية والعقدية، فعالَم مغاير – في ظل العولمة – بحاجةٍ إلى فَهْم إسلامي جديد أكثر عمقًا، وتوظيف ذكيٍّ لمنهج علميٍّ متزن بعيدٍ عنِ الغُلُوِّ، وعليه؛ فإذا لَمْ يَتَغَيَّر منهج التفكير وتصحح منطلقاته، فسوف يبقى العقل المسلم عاجزًا عنِ النظر الناقد والرُّؤية النَّافِذة، وسيظل يراوح في حلوله ومحاولاته المُتَكَرِّرة للِّحاق بركب العولمة السائدة، أو رفضها بمنطق الغُلُوِّ والتَّشَدُّد، اللذين يغفلان عن مواطن القوة ومواطن الضعف في المنظومة الفكرية للغَيْر.

إنَّ أزمة الأمة الإسلامية – في الوقت الحالي – في المحصلة النِّهائيَّة – هي في كيفيَّة بَلْوَرة قِيمِها وتَصَوُّراتِها الأساسيَّة، في واقع اجتماعي حضاري، قادرٍ مستقرٍ، بعيدٍ عنِ التَّقليد والمحاكاة والمُتابَعة العَمْياء لِمَا تُفْرِزه العولمة، ولن يَتَأَتَّى لنا مُوَاجهة تيار العولَمة دون صياغة مفاهيمنا الإسلاميَّة وبلورة أخلاقيَّاتنا في صرحٍ فكريٍّ متينٍ، يستطيع الصُّمُود بوجْهِ المقارعة النَّقْدية التي تمارسها مؤسسات العولمة وأذيالها، وتطلقها صوب مفاهيمنا وقِيَمنا في ميادين الحياة كافة.

سوف تَتَعَرَّض هُويتنا القوميَّة إلى تهديدٍ شديدٍ في ظلِّ العولمة التي أعطتْ لِنَفْسِها كامل الحق في صهر ثقافات العالَم في بوتقة الثقافة ؛ لِطَمْس ملامح خصوصياتها؛ لإِبْقاء الإنسان المعاصر وحيدًا بلا مكان ولا تاريخ، بحيث سَيَطْوي النِّسيان تاريخ الأجداد، وسيهدر تراثهم بعد سيادةِ التراث الفكري الذي تحملُه طوفان العولمة الوافدة، ولن نستطيعَ مجابَهة هذا التَّهديد الشَّرِس بدون معالَجة جديدة لمفردات تراثنا الفكري الذي خَلَّفه أجدادنا الأفذاذ، ولا نترك للغرب أن يمارسَ جريمة استلاب نصوصنا وتراثنا، ونتاج إبداعنا مِن بين أيدينا؛ بِدَعْوى مزج الثقافات وحوار الحضارات.

التعمق في فهم مقاصد الشريعة: ينبغي أن نعمِّقَ فَهْمنا بمقاصِدِ الشَّرِيعة، ونُبَاشِر عمليَّة حراثة مفهومية لِنُصُوصها، فنستنطق هذه النُّصوص بإجابات ناجعة؛ لتجاوُز العقبات المعرفية التي تعترض المسلم المعاصِر عند مواجهته لِتَيَّار العولمة ببريقه الأَخَّاذ، ومُغْرياته التي تُحَرِّك نزعات النَّفْس الأَمَّارة بالسُّوء.

ولن يَتَعَمَّق فهمنا لِمَقاصد الشريعة ما لَمْ نعاوِد إقامة أواصِر الأُلْفَة مع لُغتنا العربية، لغة الخطاب القرآني، ولغة ثقافتنا العالمة.

بعدها نباشر ونواكب ثقافة العولمة، ونحاول أن نحسنَ استخدام أدواتها، بعيدًا عَنْ موقف الرَّفْض المُطْلَق الذي يُعانِي أصحابه مِن مأزق الانْغلاق والقَوْقَعَة على الذات، شريطة ألاَّ نقعَ أسرى في دائرة ما يسمَّى بالانفتاح على العصر، والذي يحمل بين ثناياه اسْتِتْباعًا حَضاريًّا مبطنًا لِتَيَّار العَوْلَمة.

الفعل الإسلامي الحضاري لِمُوَاجَهة الاختراقات الثَّقافية، عَبْر المُحَاوَلات المستمِرَّة لتَجْدِيد مضمون الخطاب الإسلامي في داخل حدود سِيَادَتِه العقديَّة، ثمَّ التَّوجُّه صَوْب العالَم الخارجي؛ لتأسيس مبدأ عالميَّة الإسلام على أسس رصينة، تثبت أقدام هذه العالمية على أرض الواقع.

 

Islam Universal dan Globalisasi

Islam dalam keseluruhan dakwahnya yang universal bagi kemanusiaan, selalu berusaha untuk terus memberi dan memberi serta membuka pintu dialog/diskusi dengan penganut agama lain,demi menerapkan hukum Allah di muka bumi. Dan untuk membebaskan manusia dari cengkeraman penyembahan berhala dan perbudakan kepada selain Allah SWT, tanpa menghapus atau menghilangkan identitas budaya ataupun melanggar ciri khas yang sudah melekat pada tiap-tiap suku bangsa.

Allah SWT berfirman dalam beberapa ayat Al-Qur’an :

  1. Surat Al Hujurat : 14

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

  1. Surah Shaad : 87

“(Al-Quran) ini tidak lain Hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

  1. Surah Al Anbiya : 107

“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”.

  1. Surah Ali Imran : 96

“sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah baitullah yang di bakkah (mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam”.

  1. Surah Yusuf : 104

“Dan engkau tidak meminta imbalan apapun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam.”

  1. Surah furqon : 1

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (Maksudnya jin dan manusia)”.

  1. Surah saba : 28

“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira  dan sebagai pemberi peringatan,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Mughirah Bin Syu’bah berkata kepada Rustum ( panglima pasukan persia) pada perang Qadisiyah. Beliau (rustum) bertanya sebelum perang : “Misi apa yang kalian bawa?” lau dijawab “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan Manusia dari menyembah kepada hamba(manusia) menuju penyembahan hanya kepada Allah saja, dari sempitnya dunia dan dari perilaku ketidak adilan. Adapun Globalisai modern ini, banyak mempekerjakan rakyat pribumi demi kepentingan para elit global yang mana mereka itu hanya segelintir orang saja.

Mengatasi ancaman globalisasi

Agar kita siap untuk menghadapi arus masuk globalisasi dan berdiri melawan ancaman budaya, kita harus mulai meningkatkan intelektualitas diri dan bersikap kritis, perubahan dunia- dalam konteks globalisasi – perlu pemahaman Islam lebih mendalam, cerdas dan menumbuhkan semangat ilmiah yang seimbang jauh dari sikap berlebihan. Bahkan identitas nasional kita akan terkena ancaman berat dibawah ancaman  globalisasi, yang telah diberi hak penuh dalam menyatukan dunia dalam wadah budaya,  mengaburkan hak-hak privasi,dan mengakibatkan manusia modern menjadi sendirian dengan tidak mempunyai tempat atau sejarah, sehingga membuat mereka melupakan sejarah nenek moyang, dan terbuanglah warisan-warisan intelektual, sehingga kita lah yang menanggung arus masuk globalisasi. kita tidak dapat mengatasi ancaman sengit globalisasi tanpa berpijak pada  warisan intelektual yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita yang sangat bernilai tinggi, dan hendaknya kita meninggalkan Barat untuk melatih diri jauh dari kejahatan perampasan warisan kita, dan produk dari kreativitas tangan kita; mereka mengklaim pencampuran sebuah Budaya adalah dialog peradaban.

Memperdalam pemahaman tentang tujuan hukum:

Kita harus memperdalam pemahaman kita tentang tujuan hukum, dan memulai proses menggal teks-teks konseptual, Pemahaman kita tentang tujuan Syariah tidak akan mendalam kecuali kita berhubungan kembali dengan bahasa Arab kita, bahasa wacana Alquran, dan bahasa budaya ilmiah kita.

Kemudian kita mulai dan bersaing dengan budaya globalisasi, dan kita  mencoba untuk meningkatkan penggunaan konsep-konsepnya, jauh dari penolakan mutlak yang bisa membuat rasa dilema, asalkan mereka tidak jatuh ke lingkaran yang disebut terbuka dengan zaman, yang membawa antara aliran budaya terselubung yang mengikuti arus globalisasi.

Tindakan budaya Islam untuk menghadapi terobosan budaya globalisasi, melalui upaya terus menerus untuk memperbaharui isi wacana Islam dalam batas-batas kedaulatan yang sudah di sepakati, kemudian menuju arah dunia luar, untuk membangun universalitas Islam pada dasar-dasar yang kuat dari prinsip, demi menyebarkan prinsip universalitas islam di muka bumi.

Studi Kolaborasi Guru MAN Insan Cendekia Jambi

Guru MAN Insan Cendekia Jambi melakukan studi kolaborasi di MAN 4 Jakarta dan SMAN Unggulan MH. Thamrin Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesionalitas guru serta meningkatkan kwalitas dan prestasi madrasah di masa mendatang.

Studi kolaborasi ini dilaksanakan oleh 15 guru MAN Insan Cendekia Jambi yang dibagi menjadi dua tim,  tim pertama berjumlah 6 guru menuju ke SMAN Unggulan MH. Thamrin Jakarta, dan tim kedua berjumlah 9 guru menuju ke MAN 4 Jakarta, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 14 – 16 Mei 2018.

Bersama-sama dengan sejumlah guru MAN 4 Jakarta dan SMAN MH. Thamrin, Guru MAN Insan Cendekia membahas program unggulan madrasah masing-masing, seperti program Chambridge, TOEFL dan TOAFL, studi Luar Negeri serta program-program peningkatan prestasi siswa lainnya.

Melalui Kegiatan Studi Kolaborasi ini, diharapkan dapat membuka wawasan dan cakrawala berfikir, memberikan stimulus tersendiri dalam meningkatkan  kompetensi guru dan prestasi madrasah di masa yang akan datang.

Sebanyak 118 peserta mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan

Pijoan , MAN Insan Cendekia melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan bagi siswa – siswi MAN Insan Cendekia Jambi, khususnya kepengurusan OSIM, MPS dan DKA Priode 2017-2018. Kegiatan ini berlangsung pada hari sabtu, 28 – 29 Oktober 2017, dengan mengusung tema “Menbangun Dasar Kepemimpinan yang Berkarakter Berwawasan Global disertai Kecerdasan Membangun bangsa”.

Pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan anak dalam memimpin diri dan memimpin suatu Organisasi.sementara itu Ketua panitia Maskur,S.Pd.I.,M.Pd, Menerangkan jumlah peserta yang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sebanyak 118 perserta, terdiri atas Bidang OSIM, Bidang MPS dan Bidang DKA.

Kami selaku Panitia berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan ( LDK) kepada seluruh Civitas MAN Insan Cendekia Jambi dan kepada Komite MAN Insan Cendekia yang memberi support kepada kami. Harapan saya semoga kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK) berjalan dengan lancar tampa hambatan”,tegasnya.

Pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan di buka langsung Kepala Madrasah Aliyah Insan Cendekia Jambi Bapak Hendrisakti Hoktovianus, S.Pd.,M.Pd. dalam sambutannya  Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sangatlah penting bagi siswa – siswi MAN IC jambi,dimana mereka bisa memimpin sebuah organisai dengan baik, dan bisa menjaga nama baik organisasi yang mereka pimpin.

Kedepannya melalui pelatihan dasar kepemimpinan ini mereka bisa memimpin dikehidupan bermasyarakat dilingkungan  mereatinggal, tambahnya.(kfh)

siswa berfoto bersama

 

Kunjungan TIM Penilaian Lomba Sekolah Sehat Provinsi Jambi

MAN Insan Cendekia Jambi dikunjungi TIM penilaian Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jambi. Hadir pada kesempatan tersebut yakni Bapak AMIR MUSLIM selaku Kabiro Kesra dan ibu ELIMAR dari Dinas Kesehatan Provinsi jambi, kemarin, 17 Oktober 2017.

Tim Penilaian Sekolah Sehat Tingkat Provinsi  AMIR MUSLIM  selaku Ketua, menuturkan bahwa apabila melihat kondisi lingkungan yang ASRI, sangat memungkinkan jika MAN Insan Cendekia Jambi dijadikan salah satu nominasi lomba sekolah sehat provinsi dan nasional. Saat ini MAN Insan Cendekia Jambi telah memperoleh Juara 1 pada lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten Muaro Jambi.

harapan saya kedepannya sekolah ini bisa menjadi sekolah percontohan dan bisa menjadi pemenang Sekolah Sehat se Provinsi Jambi,  bila mana MAN Insan Cendekia Jambi bisa mempertahankan kondisi lingkungan yang sehat, bersih dan indah, dan bukan tidak mungkin bisa mewakili Provinsi Jambi dalam ajang lomba sekolah sehat tingkat Nasional,”tambahnya.

Hendri Sakti Hoktovianus, selaku Kepala madrasah menyatakan bahwa “seluruh Civitas MAN Insan Cendekia merasa bangga dan terhormat sekaligus memikul tanggung jawab yang tidak ringan untuk bisa mewakili kabupaten Muaro Jambi mengikuti lomba sekolah sehat  tingkat Provinsi Jambi, capaian ini tidak lepas dari kerja keras semua lini, mulai dari Poliklinik yang menaungi UKS (usaha kesehatan sekolah), serta seluruh karyawan dan siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi. Kedepan kami akan terus mempertahankan lingkungan  Bersih, Rap,i dan Indah, karna Kebersihan Itu sebagian dari Iman, maka kami terus mengamanahkan itu,” himbaunya.(kfh)