Angkat Isu tentang Orang Rimba,raih Medali Perunggu Bidang Karya Tulis

Mereka adalah Muhammad Adib Alfahin dan Nabil Makarim. Dua siswa MAN Insan
Cendekia Jambi yang mendapatkan penghargaan di bidang Social Sciences pada ajang Online
Science Project Competition (OSPC) yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Scientist
Association (IYSA) pada awal Januari lalu. Pada kompetisi ini, Adib dan Nabil (sapaan akrab
mereka –red) mendapatkan medali perunggu atas penelitian mereka mengenai kearifan lokal
Orang Rimba dalam mengelola kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi.
Penelitian ini diawali oleh ketertarikan Adib yang merupakan siswa kelas XI program
Ilmu Sosial (XI IIS 2) yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. “Saya tertarik untuk membahas
Orang Rimba Pak, karena unik dan di tempat asal saya, Wonogiri, tidak ada masyarakat adat
seperti mereka.”, ujarnya. Untuk melakukan penelitian tentang Orang Rimba, ia menggandeng
putra daerah asal Sarolangun, yaitu Nabil Makarim yang merupakan siswa kelas XI Ilmu Sosial
(XI IIS 1). Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan penelitian pada bulan April 2018 dengan
persiapan dari bulan Februari 2018. Agar penelitian ini lebih efektif dan efisien, pihak MAN
Insan Cendekia Jambi menunjuk Chairul Wahyudi, S. Pd sebagai pembimbing dikarenakan yang
bersangkutan pernah menjadi relawan pengajar Suku Anak Dalam Jambi. Serta Maryana, M. Pd
selaku Pembimbing II yang merupakan guru Bahasa Indonesia di MAN Insan Cendekia Jambi.
Penelitian yang dilaksanakan di Kantor KKI – Warsi (Kelompok Konservasi Indonesia –
Warsi) dan di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Jambi ini menghasilkan temuan bahwa
dalam menjaga, melestarikan dan memanfaatkan Hutan TNBD di Sarolangun, Jambi, Orang
Rimba memiliki seperangkat aturan tak tertulis yang disebut dengan Seloko Rimbo. Seloko
Rimbo inilah yang menjadi acuan bagi Orang Rimba dalam menentukan pemanfaatan lahan bagi
mereka. Dalam melaksanakan penelitian yang dilakukan selama lebih dari 3 bulan ini, 7 (tujuh)
hari dipusatkan di Sarolangun dan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi agar peneliti benar-
benar mendapatkan data yang akurat. Selain mendapatkan data penelitian, Adib, Nabil dan guru
pembimbing bisa mengetahui kehidupan Orang Rimba dengan menyelami kehidupan sehari-hari
mereka di TNBD.

MAN Insan Cendekia Jambi terima kunjungan DIT BINMAS POLDA JAMBI

Bertempat di Ruang Pertemuan MAN Insan Cendekia Jambi DIT BINMAS POLDA JAMBI dan didampingi Kepala MAN Insan Cendekia Jambi untuk mensosialisasikan terkait bela Negara dan cinta tanah air serta bahaya narkoba di generasi muda.

Sebanyak 68 siswa MAN Insan Cendekia Jambi yang tergabung dalam Kegiatan OSIM MAN Insan Cendekia Jambi untuk mengikuti kegitan sosialisasi Bela Negara dan Cinta Tanah Air serta Bahaya Narkoba, yang di adakan oleh BINMAS POLDA JAMBI.

SISWA MAN ICJ BORONG PENGHARGAAN PENULISAN JURNAL TERBAIK BALITBANGDA PROVINSI JAMBI

Prestasi kembali diraih oleh siswa/siswi MAN Insan Cendekia Jambi pada gelaran kompetisi Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Jambi. Kompetisi ini dilaksanakan di gedung Balitbangda yang berada di dalam kompleks kantor gubernur Jambi pada 24 September – 26 September 2018. Pada gelaran ini, MAN Insan Cendekia Jambi mengirimkan 3 tim delegasi dan mendapatkan penghargaan berupa Juara 1, 2 dan 3 dalam penulisan jurnal terbaik dan juara harapan I dan juara harapan II pada pelaksanaan presentasi karya tulis.

Tim 1 atas nama Muhammad Adib Alfathin dan Nabil Makarim mengangakat isu kearifan lokal Orang Rimba dalam menjaga hutan menggunakan peraturan tidak tertulis dengan judul “Implikasi Seloko Rimbo sebagai Konvensi Orang Rimba dalam Upaya Pelestarian Hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi”. Karya ini mendapat penghargaan berupa Juara I dalam penulisan jurnal dan Juara Harapan I pada presentasi karya.

Tim II atas nama Rafly Aulya Rizky Nasution dan Muhammad Ainul Falah Aditya Maturidi siswa kelas XII MIA yang mengangkat penelitian jenis Research and Development (R & D) tentang pembuatan rumah apung bagi masyarakat Suku Anak Dalam Jambi dengan judul “Mahaban : Alternatif Rumah Apung untuk Menangani Banjir dan Melangun bagi Bagi Masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Muaro Medak, Kab. Muaro Jambi, Jambi”. Penelitian ini mendapatkan penghargaan Jurnal Terbaik II dan Juara Harapan II pada presentasi karya. Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahwa masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Muaro Medak disarankan untuk dibuatkan rumah apung sesuai dengan topografinya. Penelitian ini  divalidasi oleh Wijanarka, S.T, M.T (Dosen Universitas Palangka Raya) dan Dipl. Ing. Muammar Khamdevi, S.T, IAI (Dosen Universitas Matana, Banten).

Tim III atas nama Nadia Istiqomah dan Hanna Oktasya Ross mengangkat tema Boarding School dengan judul “Implementasi Boarding School Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Hedonis di Kalangan Remaja Kajian QS. Al-Hadid Ayat 20” menghasilkan temuan bahwa sekolah berbasis Boarding School mampu mencegah remaja berperilaku hedonis. Karena temuan ini, mereka mendapatkan penghargaan Jurnal Terbaik III dalam gelaran kompetisi ini.

Atas capaian ini, kepala MAN Insan Cendekia Jambi, Hendrisakti Hokvianus, S. Pd, M. Pd mengatakan bahwa saat ini madrasah memang sudah seharusnya memiliki peneliti muda yang mumpuni dibidangnya masing-masing. “Atas capaian ini tentu saja kami selaku Kepala Madrasah senang dan bangga. Saat ini sudah seharusnya madrasah memiliki peneliti muda yang mumpuni dan bidang research akan selalu kami dukung”, pungkasnya.

Pembimbing Kegiatan, Chairul Wahyudi, S. Pd menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari dukungan seluruh civitas akademik MAN Insan Cendekia Jambi. Kedepannya pembinaan mengenai bidang penelitian akan terus dikembangkan melalui organisasi penelitian. “Untuk kedepannya, pengelolaan bidang penelitian akan diserahkan kepada organisasi penelitian dengan nama Student Research center (STUREC) MAN ICJ, guna hasil yang lebih maksimal lagi” ujarnya. Hal ini juga disampaikan oleh Maryana, M. Pd selaku pembina kegiatan juga mengharapkan ada komunitas Karya Ilmiah remaja agar pembinaan lebih optimal kedepannya.(cw/kfh)

Siswa MAN Insan Cendekia Jambi Lawatan sejarah Ke Museum Siginjei Jambi

Siswa MAN Insan Cendekia Jambi dari kelas X kelompok Ilmu-Ilmu Sosial melaksakanakan kegiatan lawatan sejarah ke Museum Siginjei Jambi dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman materi di dalam kelas tentang penelitian dalam sejarah. Sabtu, 13 Oktober 2018

Kegiatan ini mengusung tema “Menginterpretasi Sumber Sejarah yang berada di Museum Signjei dan Musuem Perjuangan Rakyat Jambi” ini dilaksanakan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang. Kegiatan yang dilepas secara resmi oleh Wakil Kepala MAN Insan Cendekia Jambi bidang kurikulum, Sultanuddin, M. Pd  dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan ini sangat positif agar siswa-siswi semua melihat secara langsung objek yang ada di Jambi”. Hal ini senada dengan tujuan kegiatan lawatan yang disampaikan oleh pembina kegiatan, Chairul Wahyudi, S. Pd, “Kegiatan ini bertujuan memberikan siswa pengalaman secara kongkret tentang objek sejarah yang ada di Jambi”, tuturnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian doorprize dari pihak museum Perjuangan Rakyat Jambi kepada siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi yang dapat menjawab dengan benar pertanyaan dari pihak museum.  Salah satu peserta kegiatan, M. Rizki Mahardika mengatakan kegiatan ini sangat menyenangkan dan sebagai waktu refreshing bagi mereka, “Alhamdulillah senang Pak, kegiatannya seru karena dilapangan dan dapat melihat benda-benda sejarah di museum. Sebagai ajang refreshing juga sih, Pak”.

Kedepannya, diharapkan kegiatan seperti ini terus dilakukan guna memberikan pengalaman nyata kepada siswa berkaitan dengan materi sejarah yang bersifat abstrak. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan peserta didik di MAN Insan cendekia Jambi, khususnya pada bidang penelitian dan kesejarahan.(kfh/Cw)